Banyak manusia tidak menyadari apa itu sebenarnya kekayaan haqiqi, kali ini saya akan sedikit bahas tentang hakekat kekayaan dalam versi ajaran agama saya yaitu ISLAM rahmatan lilalamiin.
Hakekat kaya adalah kaya hati bukan kaya
harta semata. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam selalu memberi
bimbingan dan pengarahan untuk hidup sederhana dan puas akan bagian yang
diberikan oleh Alloh, sebagaimana dalam sabdanya :
“Dan puaslah akan bagian yang telah Alloh berikan untukmu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya” (HR. Bukhori)
Rosululloh selalu berdoa kepada Tuhannya :
“Allohumma qoni’ni bima rozaktani, wa barikli fiihi, akhluf ‘ala kulli ghootsibatinlii bikhoir”
“Wahai Alloh berilah aku kepuasan dan
barokah terhadap rizki yang telah Engkau berikan kepadaku, dan berilah
yang lebih baik, pengganti apa saja yang Engku ambil dariku” (HR.
Bukhori)
Kalau setiap orang puas terhadap sedikit
harta yang dimiliki, pasti tak akan ada yang merasa miskin dan
meminta-minta. Andaikan setiap orang merasa senang dan puas akan
pembagian Alloh kepada dia, pasti tidak aka nada orang meminta-minta dan
menjadi mulia, walau dia tidak mempunyai banyak harta.
Imam Syafi’I rohimahumulloh berkata :
“Kuihat puas itu pangkal kaya, karena itu kupegang teguh ekornya
Maka siapapun tahu, kalau aku tidak menerjuninya
Dan siapapun tahu, kalau aku tidak menggelutinya
Sebab itulah aku kaya tanpa uang. Sebab itu pula, aku bebas bergerak bagai seorang raja”
Puas terhadap pemberian Alloh membuat dia
tenteram, bahagia, senang, tidak suka mencari tahu hak orang lain, tidak
menyukai yang bukan haknya, sehingga dicintai sesama di samping
dicintai Alloh. Rosululloh bersabda:
“Berhati-hatilah kamu tentang dunia,
Alloh pasti mencintaimu. Dan berhati-hatilah terhadap hak sesame manusi,
mereka psti mencintaimu” (HR. Bukhori)
Rosululloh menegaskan bahwa seseorang tidak
akan mampu mencapai derajat kaum yang pandai bersyukur, kecuali dia bisa
puas akan rizki yang akan diberikan Alloh kepadanya. Begitulah pesan
Nabi kepada Abu Hurairoh :
“Hai Abu huroiroh, jadilah orang wara’,
pasti kamu jadi orang yang paling berkualitas ibadahnya. Jadilah orang
yang puas hati, pasti kamu jadi orang yng paling pandai bersyukur.
Cintailah sesama sebagaimana mencintai dirimu, pasti kamu menjadi
seseorang yang beriman sempurna” (HR. Bukhori)
Rosululloh juga bersabda:
“Sungguh beruntung seorang yang memeluk
Islam, lalu diberi rizki sekedar cukup, kemudian Alloh memberi-Nya
kepuasan akan pemberian-Nya itu” (HR. Bukhori)
Umar berkata :
“Sesungguhnya rakus itu miskin. Sedang
putus (menahan diri) itu kaya. Barangsiapa menahan diri dari
meminta-minta kepada orang, maka bebaslah dia dari ketergantungan kepada
mereka”
Rosululloh juga bersabda:
“Kaya bukan karena banyaknya harta. Tapi kaya adalah kayanya hati” (HR. Bukhori)
Yaa Alloh, berilah kami kepuasan terhadap
rizki yng telah Engkau berikan kepada kami. Jadikanlah kami makhluk-Mu
yang merasa paling puas terhadap bagian yang telah Engkau berikan kepada
kami. Amiin
Dikutip dari berbagai referensi. :)
SEMOGA URAIAN DI ATAS DAPAT BERMANFAAT UNTUK KEPASTYAN HIDUP KITA
Tag :
pengundang rezeki

0 Komentar untuk "Makna dari sebuah KEKAYAAN"